Showing posts with label vacation. Show all posts

Uni Emirat Arab nan Unik


Picture



Latar Belakang
Uni Emirat Arab (UEA) merupakan sebuah negara di kawasan Timur Tengah yang menganut sistem federal, presidensial, dan monarki konstitusional yang terdiri dari tujuh emirat monarki absolut, yakni Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Ajman, Fujairah, Umm Al Quwain dan Ras Al Khaimah. Abu Dhabi merupakan ibukota negara ini.


UEA memiliki total area sebesar 82.880 km2. Populasi penduduknya sebesar 3,6 juta jiwa, dengan rincian 864.000 penduduk pribumi dan 3,6 juta ekspatriat. Mayoritas penduduknya beragama Islam yakni sebesar 96%, sedangkan sisanya beragama Kristen, Hindu, dan lain-lain.



UEA kini menjelma menjadi negara yang kaya raya dan potensial. Dahulu negara ini dikenal dengan negara miskin, dimana mayoritas wilayahnya berupa gurun. Memasuki dekade kelima, UEA melesat tajam dan menjadi negara terkaya keenam di dunia, melebihi negara-negara maju. Negara ini memiliki produksi minyak dan gas yang melimpah ruah ditambah stabilitas peningkatan di sektor nonhidrokarbon.



Meskipun memiliki wilayah yang tidak cukup besar, namun UEA telah berhasil menunjukkan dirinya sebagai salah satu aktor penting dalam ranah regional maupun internasional. Hal tersebut tidak terlepas dari peran sentral Khalifa bin Zayed Al Nahyan dan Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Dengan gaya pemerintahan dan kepemimpinannya yang berintegritas dan visioner, kekayaan minyak diberdayakan dan digunakan untuk mengembangkan dan menguatkan perekonomian UEA, sehingga kini ia menjelma menjadi salah satu negara dengan perekonomian terkuat, terbuka, dan sukses.



Sejarah

Sejarah Uni Emirat Arab (UEA) berawal dari perdagangan dan kedatangan Islam ke wilayah tersebut pada tahun 630 Masehi. UEA terletak di Barat daya Asia dan dikelilingi Teluk Oman dan Teluk Persia, antara Oman dan Arab Saudi; Letaknya di lokasi strategis sepanjang pendekatan selatan Selat Hormuz, merupakan tempat transit penting dunia minyak mentah. Lintang/bujur UEA: Dari 26,08 ° sampai 22,5 ° LU, 55,5 ° sampai 58,37 ° BT. Luas wilayah UEA: sekitar 82.880 kilometer persegi.





UEA berbagi perbatasan 530 kilometer dengan Arab Saudi di barat, Selatan, dan Tenggara, dan 450 kilometer perbatasan dengan Oman di tenggara dan timur laut. Perbatasan darat dengan Qatar di daerah saluran air Khawr al Udayd adalah sekitar sembilan belas kilometer di barat laut.



Sekitar abad 19, Inggris mengesahkan serangkaian perjanjian dengan individual emirates yang menelurkan daerah yang diberi nama “The Trucial States”. Dalam perjanjian tersebut, disepakati bahwa yang berhak mengatur suatu wilayah adalah Inggris dan tidak melibatkan diri dalam perjanjian dengan pihak asing, kecuali Inggris. Sebagai imbalannya, Inggris pun bersedia untuk menjaga kawasan pantai dari semua agresi yang berasal dari laut dan membantu dalam kasus serangan darat.



Perkembangan dan kemajuan industri mutiara pada abad 19 dan awal abad 20 membuka kesempatan kerja yang luas dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat Teluk. Banyak penduduk semi-nomaden bekerja di sektor tersebut di musim panas. Namun, depresi ekonomi yang terjadi pada akhir tahun 1920 dan awal 1930an, ditambah dengan pembudidayaan mutiara oleh Jepang, membuat industri ini akhirnya gulung tikar.



Pada awal 1930an, tim perusahaan minyak pertama mengadakan survei geologi. Pada tahun 1962, kargo minyak mentah pertama diekspor dari Abu Dhabi. Pendapatan negara karena minyak pun makin meningkat dari tahun ke tahun yang berimbas pada terpilihnya Yang Mulia Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan sebagai pemimpin Abu Dhabi pada tahun 1966. Beliau pun memasifkan program-program pro rakyat, diantaranya membangun sekolah, perumahan, rumah sakit, dan jalan raya.



Langkah awal yang dilakukan Sheikh Zayed adalah meningkatkan kontribusi terhadap Trucial States Development Fund. Abu Dhabi pun menjadi donor atau pemberi bantuan terbesar. Sementara itu, Yang Mulia Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum, pemimpin Dubai sejak 1939, mengembangkan pelayaran sebagai upaya coveringpendapatan mutiara yang sempat anjlok. Pada tahun 1969 ketika  minyak Dubai mulai diekspor, Sheikh Rashid mampu mengelola pendapatan minyak dan menggunakannya untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini pun membuat kualitas hidup rakyat menjadi meningkat.



Pada awal tahun 1968, ketika Inggris mengumumkan niatnya untuk menarik diri dari Teluk Arab, Sheikh Zayed bergegas merekatkan hubungan dengan emirat. Bersama Sheikh Rashid, Sheikh Zayed menyerukan sebuah federasi yang akan mencakup tidak hanya tujuh Emirat yang bersama-sama membentuk Trucial States. Kesepakatan dicapai antara enam penguasa dari Emirates (Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Umm al-Qaiwain, Fujairah dan Ajman), dan Federasi yang dikenal sebagai Uni Emirat Arab ini secara resmi didirikan pada tanggal 2 Desember 1971. Emirat ketujuh, Ra al-Khaimah, menyetujui Federasi ini tahun berikutnya.



Sistem politik UEA mengkolaborasikan tradisional dan modern dan memungkinkan negara untuk mengembangkan struktur administrasi yang modern sambil memastikan bahwa tradisi masa lalu tetap dipertahankan, diadaptasi, dan dilestarikan.



Iklim UEA: Beriklim gurun, hangat dan cerah di musim dingin, panas dan lembab selama musim panas. Rata-rata curah hujan 100mm per tahun (bervariasi di seluruh negeri. di pegunungan wilayah timur memiliki curah hujan tinggi dan umumnya lebih dingin. Topografi : dataran rendah pesisir menyatu dengan bukit pasir Rub al Khali – dengan pegunungan terjal di sepanjang perbatasan timur UEA dengan Oman dan di bagian utara. Sumber daya UEA paling penting alam minyak dan gas bumi, lebih dari 90 persen di antaranya berada di Abu Dhabi.



Pemerintahan UEA

UEA memiliki tingkat stabilitas politik memadai dan merupakan satu-satunya negara di dunia Arab dengan sistem Federasi yang telah bertahan cukup lama.



Sistem Politik: federasi dengan sejumlah kewenangan diserahkan kepada Pemerintah Federal dan kewenangan lainnya diserahkan pada masing-masing emirat.



Konstitusi: diadopsi sementara pada tanggal 2 Desember 1971 kemudian disahkan secara permanen oleh Supreme Council (SC) tahun 1996. Sesuai Kontitusi pasal 120 dan pasal 121 sejumlah permasalahan dan wewenang dilaksanakan oleh Pemerintah Federal antara lain bidang Urusan Luar Negeri, Pertahanan dan Keamanan, Kewarganegaraan dan Imigrasi, Pendidikan, Kesehatan, Nilai Tukar, Pos dan Telekomunikasi, Ijin Pesawat dan Kontrol Lalu Lintas Udara, Ketenagakerjaan, Perbankan, Batas Tertorial, dan Ekstradisi Narapidana. Sedangkan wewenang dan permasalahan bidang lainnya diserahkan kepada masing-masing pemerintah / Emirat.



Federal Supreme Council (FSC): merupakan kewenangan konstitusional tertinggi di UEA, baik kekuasaan legislatif maupun  eksekutif dan terdiri dari para penguasa tujuh emirat. Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Ra’s al-Khaimah, Fujairah, Umm al-Qaiwain, dan Ajman.



Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh FSC untuk masa jabatan lima tahun, sedangkan Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri yang ditunjuk oleh Presiden. Kabinet: Dewan Menteri dicalonkan oleh Perdana Menteri dan disetujui oleh Presiden.



Federal National Council (FNC): adalah parlemen UEA sebagai lembaga legislasi dan supervisi pemerintah dengan 40 anggota; masing-masing 8 anggota dari Abu Dhabi dan Dubai, 6 anggota dari Sharjah dan Ra’s Khaimah; dan 4 anggota dari Ajman, Umm al-Qaiwan serta Fujairah. 20 anggota FNC dipilih oleh SC, sedangkan separuhnya (20 anggota FNC) dipilih melalui pemilihan di wilayah masing-masing.



Warga Negara UEA (Emirati) memiliki sifat toleran, berpandangan ke depan dan memiliki tradisi yang kuat. Mereka memiliki standar hidup yang tinggi, termasuk pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkembang dengan baik. Berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia, meningkatkan pemberdayaan perempuan dan penyediaan kesejahteraan sosial kepada masyarakat kurang mampu.



Populasi UEA tahun 2013 mencapai 9.2 juta jiwa (World Bank Report). Salah satu keunikan UEA adalah persentase warga negaranya (Emirati) diperkirakan hanya 12% dari jumlah total penduduknya.



Tokoh dan Kepemimpinan

Khalifa bin Zayed Al Nahyan



      Beliau Lahir pada tanggal 25 januari 1948. Ketika Sheikh Zayed (Ayah Sheikh Khalifa) wafat maka Sheikh Khalifa langsung di angkat untuk menjadi presiden Uni Emirat Arab, itu terjadi pada tanggal 3 November 2004. Sebelum jadi presiden berbagai jabatan strategis telah di embannya.



      Beliau mempunyai dua anak, lak-laki semua, yang satu bernama Muhammad Al Nahyan sedangkan yang satunya lagi bernama Sultan Al Nahyan. Walaupun demikian seandainya nanti beliau wafat maka yang bakal menggantikan beliau bukan anaknya tetapi adiknya yang bernama Sheikh Mohammed Bin Zayed. Karena memang Sheikh Mohammed telah menggantikan posisi Sheikh Khalifa sebagai Pangeran atau putra mahkota Abu Dhabi. Dulu, ketika Sheikh Zayed masih hidup posisi itu di pegang oleh Sheikh khalifa. Dalam menjalankan roda pemerintahan Sheikh khalifa di dampingi oleh Sheikh Mohammed bin Rashid, yang menjabat sebagai wakil presiden.



      Gaya kepemimpinan Sheikh Khalifah termasuk kalem, di balik sikap kalemnya itu beliau adalah orang yang pemurah dan baik hati. Tidak dapat di hitung berapa uang yang telah di kucurkan oleh beliau untuk misi misi kemanusiaan. Misalnya, beliau pernah membantu pembangunan proyek perumahan di Palestina, untuk mengenang jasa jasanya itu maka perumahan itu di sebut sebagai Sheikh Khalifa City. Beliau juga pernah membantu sebuah rumah sakit di Amerika.



      Uni Emirat Arab berkembang menjadi seperti ini juga berkat Sheikh Khalifa. Beliau mampu menjaga kekompakan di antara pemimpin emirat lainnya. Selain cakap dalam memimpin, beliau juga adalah anak yang tidak melupakan begitu saja jasa-jasa orang tuanya, karena itu sebagai tanda cinta kepada ayahandanya Sheikh khalifa membangun sebuah masjid yang megah di Abu Dhabi. Masjid yang disebut-sebut sebagai salah satu masjid terindah di jagat itu diberi nama masjid Sheikh zayed.



      Beberapa tahun terakhir ini kesehatan Sheikh Khalifa mulai menurun, beberapa kali beliau harus menjalani pengobatan di luar negeri. Namun berkat doa rakyat Uni emirat Arab beliau kembali sehat dan dapat terus memimpin negeri kecil yang berada di teluk persia ini. Di setiap sholat jumat di Uni Emirat Arab, maka di sela sela doa sang khotib tidak pernah melupakan untuk mendoakan para pemimpin Uni Emirat Arab yang telah wafat, mereka antara lain Sheikh Zayed ayahnya sheikh Khalifah dan Sheikh Rashid ayahnya Sheikh Mohammed.



      Jika nanti Sheikh khalifah wafat maka beliau pun akan masuk dalam daftar doa para khotib, begitu cintanya mereka kepada pemimpinnya, walau pun sudah wafat tetap saja didoakan.



Mohammed bin Rashid Al Maktoum



      Sheikh Mohammed lahir pada 22 Juli 1949 di Dubai, Trucial Serikat. Ia adalah putra ketiga dari empat bersaudara dari Rashid bin Saeed Al Maktoum (1912-7 Oktober 1990, Penguasa Dubai periode 1958-7 Oktober 1990 dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab ke-2 periode 25 April 1979-7 Oktober 1990). Dari usia empat tahun, Sheikh Mohammed mendapatkan tutorial pribadi dalam Bahasa Arab dan Studi Islam. Pada tahun 1955, ia memulai pendidikan formal di Al Ahmedia School. Pada usia 10 tahun, ia pindah ke Al Shaab School dan Dubai Secondary School dua tahun kemudian. Pada tahun 1966, bersama sepupunya, Sheikh Muhammad bin Khalifa Al-Maktoum, dia belajar di Bell Educational Trust’s English Language School di Britania Raya.



      Sejak Desember 1971, Sheikh Maktoum bin Rashid Al Maktoum menjabat Menteri Pertahanan Uni Emirat Arab pertama dan menjadi Pangeran Mahkota Dubai pada periode 3 Januari 1995 - 4 Januari 2006. Sejak tanggal 11 Januari 2006 tersebut, dia menjadi wakil presiden UEA.



      Ia mengambil bagian dalam berbagai kegiatan untuk membantu negara-negara berkembang seperti Yordania, Mesir, Otoritas Palestina, dan Yaman. Beliau juga berperan besar dalam pembangunan Palm Islands yang bertujuan untuk meningkatkan pariwisata di Dubai. Palm Islands terletak di lepas pantai Uni Emirat Arab di Teluk Persia.



      Pada tahun 2009 Dubai mengalami krisis, mereka memilik hutang. Ini diawali oleh sikap pemerintah Dubai yang terlalu berambisi untuk membangun negerinya. Total hutang Dubai World salah satu perusahaan yang dimiliki Keemiratan Dubai adalah USD 59 miliar. Perusahaan BUMN inilah yang memiliki hutang paling banyak di antara total hutang Keemiratan Dubai yang mencapai USD 80 miliar. Dubai World sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Dubai. Didirikan pada Juli 2006 dibawah dekrit pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al Maktoum.



Dilihat dari segi:



Letak Negara

26,08 ° LU - 22,5 ° LU dan 55,5 ° BT - 58,37 ° BT.



Bentuk Negara

Federasi.

Terdiri atas 1 pemerintah pusat dan 7 negara federal.



Sistem Pemerintahan

Berdasar Konstitusi UEA pada Bab IV pasal 45 menyatakan bahwa lembaga tinggi negara federasi UEA terdiri dari : Federal Supreme Council (FSC), Presiden, Council of Ministers (Dewan Mentri), Federal National Council (Parlemen), Federal Judiciary (Supreme Court à semacam Mahkamah Agung).



Eksekutif

Dewan Menteri yang mana berwenang mengatur semua urusan dalam negeri dan luar negeri, serta Memantau pelaksanaan kebijakan umum negara di dalam dan di luar negeri.



Legislatif

Dewan Nasional UEA. Parlemen: FNC à Unikameral (Majlis) sebagai lembaga legislasi dan supervisi.



Yudikatif

Mahkamah Yudisial Emirat terdiri dari: 1. Mahkamah Pertama, terdiri dari pengadilan sipil, yang mendengar seluruh klaim sipil, Pengadilan Kriminal, yang mendengar klaim dari keluhan polisi, dan Pengadilan Syariah, yang bertanggungjawab atas masalah antara Muslim. Non-Muslim tidak masuk ke Pengadilan Syariah; 2. Mahkamah Banding; 3. Mahkamah Kasasi, mahkamah tertinggi emirat dan hanya mendengar sengketa dalam hukum.



Konstitusi

Konstitusi UEA.






Sumber






http://en.wikipedia.org/wiki/United_Arab_Emirates (diunduh pada tanggal 19 April 2014).


http://chirpstory.com/li/195453 (diunduh pada tanggal 19 April 2014).




http://en.wikipedia.org/wiki/Federal_monarchy (diunduh pada tanggal 19 April 2014).


http://id.wikipedia.org/wiki/Federasi (diunduh pada tanggal 20 April 2014).

http://id.wikipedia.org/wiki/Monarki_konstitusional (diunduh pada tanggal 20 April 2014).

http://www.uae-embassy.ae/Embassies/uk/Content/676 (diunduh pada tanggal 20 April 2014).

http://www.uaeinteract.com/government/ministry.asp (diunduh pada tanggal 20 April 2014).




http://indonesianembassy.ae/id/about-uae/ (diunduh pada tanggal 21 April 2014).


http://en.wikipedia.org/wiki/Federation (diunduh pada tanggal 21 April 2014).

Erstaunlich in der Stadt Köln



Cerita ini adalah pengalaman ketika 2010. Pengalaman berkunjung ke salah satu kota kecil di negara kecil Jerman, yaitu Cologne/Koln.
Berangkat dari Soehatta Airport pada malam hari dengan Turkish Airlines dengan keadaan badan yang begitu lemas, karena kurang tidur (maklum, this is my first berkunjung ke negara yang sudah lama diimpi-impikan). Saya pergi kesana dengan sahabat saya orang Jerman (tetapi tidak asli, dia adalah naturalisasi pemerintah Jerman, sebelumnya adalah warga Jogja & Indonesia), namanya Artha. Dia kuliah dan bekerja di Koln, kebetulan dia sedang berlibur di Indonesia dan sekalian lah membantu saya dalam memproses Paspor dll untuk pergi ke Jerman.
Tujuan utama saya ke Jerman adalah bekerja membantu Artha dan keluarganya di usaha keluarganya disana.

Ataturk Intl Turki
Sebelum ke Koln, kami transit dulu di Ataturk Intl Turki, penerbangan selama 15 jam dari Jakarta. Selama di Turki, kami diberikan waktu istirahat selama 6 jam oleh pihak Airlines, dan kami memutuskan untuk tidur di hotel terdekat, kebetulan ada khusus untuk backpacker jadi ya bisalah untuk mengirit uang.
Waktu terus berjalan, 6 jam sudah hampir dekat, kami pun segera ke bandara dan melanjutkan penerbangan ke Koln. Penerbangan ke Koln menghabiskan waktu 2 jam saja.

Mendarat di Koln
Dan pesawat pun mendarat di kota Koln, sungguh luar biasa kota ini, hampir tidak percaya bahwa saya bisa juga menginjakan kaki di negara luar biasa ini terutama di kota Koln! Bersih, teratur, simple.
Suhunya disini benar-benar sangat dingin, terasa seperti ketika dulu saya pernah membuka kulkas di rumah saya, hahahaha.
Kata sahabat saya, suhu di kota ini bisa minus 1 derajat celcius di malam musim dingin dan plus 24 derajat celcius di hari-hari musim panas. Dan kebetulan saya ke Koln tepat di musim dingin, tapi untungnya sahabat saya sudah menata cara berpakaian saya sebelum kesini, yaitu dengan double t-shirt dan 1 jaket tebal.
Kami di bandara dijemput adiknya Artha (Remanatha) dan sahabat Artha yang sekarang juga jadi sahabat saya, Rachel. Kami menuju ke rumah Artha sekitar 10 menit saja. Kami beristirahat di rumah sambil ngobrol ringan dengan Artha dan keluarganya. Saya dan Artha merencanakan pagi yang selanjutnya & hari-hari kedepan barulah kami berkelana di kota Koln.
Di rumah Artha, kami mengadakan party kecil-kecilan di halaman samping rumah Artha, ada grillen atau bakar-bakar sosis, ada pula gudeg, tahu-tempe, udang keju, salad, es campur ala Koln (semangka, apel, mangga, lemon), kopi, dll. Nah khusus kopi, kata ibunya Artha: Mau ngopi? lebih baik siapkan yang bubuk kalau tidak mau lebih repot. Disini banyak yang menjual kopi bijian, bukan bubuk, sehingga perlu dihancurkan dengan Coffee Machine terlebih dahulu. Dan disini lebih banyak yang meminum kopi atau soda ketimbang air mineral.

Mulai menjelajahi kotanya Podolski
Pagi yang selanjutnya pun datang, saya-Artha-Remanatha-Rachel sarapan bareng dengan keluarganya Artha. Di meja sudah disiapkan roti, sosis, susu dan berbagai macam selai.
Usai sarapan, kami berempat berpamitan dengan orang tuanya Artha untuk pergi menjelajahi kota Koln dengan berjalan kaki. Kami memutuskan untuk berjalan kaki karena di kota ini terbilang dekat jika ingin kemana-kemana di sekitar kota ini, angkutan umum juga terbilang banyak dan aman.
Jika anda ingin pergi ke daerah lain, anda disediakan banyak pilihan alat transportasi. Anda bisa menggunakan kereta, ada 4 macam kereta lokal disini, yaitu U-Bahn (bawah tanah), S-Bahn, Regional-Bahn, dan Regional Express. Anda bisa membeli tiket di mesin penjual otomatis yang sudah disediakan, mesin tersebut sudah memiliki bahasa selain bahasa Jerman (yaitu Inggris dan Prancis). Tetapi tidak semua menggunakan mesin penjual tiket otomatis.
Selain kereta, anda juga bisa menyewa sepeda di Hauptbahnhof dengan kartu kredit, mereka menghitung per menit. Gak perlu malu untuk bersepeda! Disini banyak temannya, bule-bule pula! Hahahaha.

Di Koln hari pertama jelajah, kami ke kantor sipil untuk mendaftarkan saya di kota tersebut. Cukup bawa paspor, visa, mietvertrag (surat persetujuan antara saya dan hausmeister/pemilik rumah yang kita tempati). Kemudian ke bagian asuransi kesehatan/Krankenversicherung dan membuka rekening Bank di salah satu Bank di Jerman dan mengurus provider selular untuk memudahkan saya berkomunikasi selama hidup di Jerman.
Setelah itu kami mengirim surat untuk registrasi ke KJRI Frankfurt via Pos.

Setelah mengirim surat untuk registrasi, kami mengunjungi sungai Rhine untuk leyeh-leyeh di musim dingin. Jika musim dingin, banyak orang yang duduk-duduk di dekat sungai Rhine sambil meminum beer untuk menghangatkan badan mereka, tapi tidak sedikit pula yang berciuman bersama kekasihnya, haha.
Selain itu, cukup berjalan kaki saja jika ingin mengunjungi tempat-tempat di Koln, atau menggunakan kereta bawah tanah (U-Bahn).
Dan untuk di kota ini, anda tidak perlu khawatir kalau bahasa Jerman anda kurang lancar, karena disini banyak papan informasi yang menggunakan bahasa Inggris dan rata-rata orang dewasa disini Englishnya Fluent!
Di jalanan, kami sambil ngobrol dan tak jarang pula bercanda dengan bahasa Jawa mengerjai Rachel yang orang asli Jerman.
Orang-orang asli/sudah lama menetap di Koln kebanyakan jarang mandi! Mandi hanyalah untuk pergi ke pesta atau pergi ke tempat lainnya. Tetapi ada yang saya salut sekaligus menjengkelkan, yaitu ketika saya dibawa ke salah satu Foodcourt, disini anda dituntut mandiri, contohnya ketika anda pesan kopi, anda akan diberikan glass dan cup kemudian kopi harus anda sendiri yang membuatnya (sudah disediakan alatnya), kemudian setelah anda selesai makan & minum, anda harus membersihkan sisa-sisa makanan anda sendiri dan alat makan diletakkan di lemari yang sudah disediakan. Artha bilang memang ada Foodcourt yang tidak seperti itu, ada yang seperti di Indonesia, tetapi kebanyakan disini sistemnya ya begitu (sistem mandiri).
Disini hampir semua tempat makan ada akses internetnya (Free). Dan kecepatan internetnya sangat cepat, selama saya disana tidak pernah terbilang lambat atau lemot.

Ketertiban: Dalam hal menyebrang jalan, lebih merasa aman disini ketimbang di Indonesia. Karena disini jauh lebih tertib. Jalan ramai ataupun sepi, tetap saja tertib, tetap saja menyebrang di Zebra Cross.

Jelajah di hari-hari selanjutnya
Di hari-hari selanjutnya kami langkahkan lagi kaki kami, salah satunya adalah berkunjung ke Kolner Dom atau Gereja Kathedral tertinggi di Jerman, letaknya gak jauh dari sungai Rhein. Buka setiap hari  jam 06:00-19:30 (akan ada perubahan jadwal kalau ada acara khusus).
Gereja ini memiliki interior dan eksterior yang sangat indah. Didalam Gereja terdapat patung Yesus Kristus, Gargoyle, Arca, banyak malaikat yang dilukis diatas gerbang dalam Gereja, patung abad pertengahan St. Christopher yang kata sahabat saya itu adalah patung selamat datang dan pelindung wisatawan. Saya juga melihat 5 jendela yang diberikan oleh Ludwig I dari Bavaria, di 5 jendela tersebut terdapat lukisan Bunda Maria dan St. Petrus.
Kalau malam hari, Gereja tersebut disinari oleh lampu-lampu disekelilingnya yang membuatnya semakin luar biasa. Pokoknya anda tidak akan pernah menyesal kalau lihat Gereja yang satu ini! :)







Kalau ke Koln, jangan lupa pula untuk berkunjung ke Altermarkt & Heumarkt. Altermarkt adalah alun-alun dan masih saudaraan sama Heumarkt. Lokasinya ada didekat Heumarkt. Setiap 11 November jam 11:11 selalu diadakan acara karnaval yang dibuka dengan konser, kemudian siang hari dilanjutkan dengan karnaval perempuan Jan und Griet. Konon, dulu juga ada bangunan Gothic terbaik Jerman, tetapi sayang sudah diruntuhkan di Tahun 1853.
Dan Heumarkt terletak disebelah Altermarkt. Dan tertua di kota Koln. Ditengah-tengahnya terdapat patung Raja Prusia, König Friedrich Wilhelm III.
Heumarkt sering digunakan untuk acara-acara seperti konser, pentas budaya, dan pasar Natal. Tak sedikit pula yang menggunakannya untuk berkumpul bersama teman-teman.



Lingkungan tradisional
Veedel (lingkungan tradisional): Disini banya seniman jalanan, bar, galeri seni, toko buku, monumen bersejarah (seperti Eigelsteintorburg), tempat makan. Dan  jangan berpikir hanya Indonesia saja yang punya pasar loak, hehe karena disini pada musim panasnya akan ada pameran seni dan pasar loak/Alte Feuerwache, buka selama 4 minggu, tapi tertib tetaplah yang utama.

Kebersihan di sektor taman kota
Koln memiliki beberapa taman, yakni Volksgarten, Rheinpark. Dilarang buang sampah sembarangan di area ini, anda bisa dikenakan denda jika membuang sampah sembarangan.

Sering ada party dikalangan kerabat
Orang Jerman sering dan suka mengadakan party. Biasanya di sekitar kampus dan untuk kalangan kampus saja, atau juga di halaman rumah. Dan saya sudah empat kali ikut party di Koln ini, ketika itu diajak Artha dan Rachel di BBQ Party dan Birthday Party teman-teman mereka, dan sekali dengan keluarga Artha.

Koln juga ada macetnya!
Di Koln, jika anda menggunakan mobil, anda akan menghadapi macet di hari kerja senin - kamis (7-9 pagi & 4-7 malam), dan jum'at dari jam 2 siang. Selain itu anda akan menghadapi kemacetan dan keramaian ketika di pusat kota dan Deutzer Brücke (Jembatan hijau di sepanjang sungai Rhine), karena sering ada pertunjukkan/pameran/perdagangan. Tetapi tenang saja, jangan berpikir bakalan macet seperti di Jakarta atau Bandung, karena macet disini kalah jauh kalau dibandingkan dengan dua kota yang ada di Indonesia tersebut. Hehe.

Sholat Jumat
Mayoritas di Koln adalah non-Muslim. Tetapi tidak sulit untuk mencari tempat ibadah sholat Jumat. Ada cukup banyak di kota ini.
Tempat ibadah yang sering digunakan untuk mereka sholat Jumat adalah Yunus Emre Camii dan Bosnische Moschee. Kebetulan saya sempat beberapa kali diajak sholat Jumat disana ketika Artha libur. Ketika Artha sudah kembali masuk kuliah, Artha melakukan ibadah sholat Jumat di aula kampusnya dan saya sendiri ke tempat ibadah terdekat, jalanan disini sangat mudah untuk diingat (kalau buat saya lho ya, hehe).
Dan selama sholat Jumat di Koln, saya tidak pernah kehilangan sandal dan tidak pernah pula menyaksikan orang yang kehilangan sandal/sepatunya, pokoknya aman! Hehehehe.

Demikianlah cerita pengalaman saya di Koln. Setelah Koln, saya ada mengunjungi kota lainnya lagi. Dan jika ada waktu luang lagi, akan saya tuangkan di artikel atau postingan selanjutnya.